H. Yuhandri Anggota DPRD Dumai saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir saruaso ( Poto Juned)
Lansaninews.com TANAH DATAR Nama H. Yuhandri, S.Pd Pokie Kayo, kian harum di tanah rantau. Putra terbaik Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar ini sukses membuktikan dedikasinya dengan kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Kota Dumai, Provinsi Riau, selama dua periode berturut-turut.
Politisi andal dari Fraksi Partai Gerindra ini sebelumnya sukses mengamankan kursi legislatif pada periode 2019–2024, dan kini tengah melanjutkan pengabdiannya untuk periode kedua (2024–2029). Track record yang bersih serta kedekatannya dengan akar rumput menjadi kunci utama eksistensi politiknya di Kota Dumai.
Nakhoda Perantau Luhak Nan Tuo di Kota Dumai
Kiprah Pokie Kayo tidak hanya bersinar di ranah politik. Ia juga dipercaya menakhodai Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Dumai. Di bawah kepemimpinannya, IKTD menjelma menjadi wadah yang solid bagi para perantau asal Luhak Nan Tuo untuk saling bahu-membahu dan menjaga adat istiadat di tanah rantau.
"Beliau adalah sosok pemimpin yang mengakar. Kehadirannya di DPRD Dumai memberikan warna tersendiri, sekaligus menjadi kebanggaan bagi warga asal Tanah Datar di Riau," ungkap salah seorang warga perantau di Dumai.
Dima Bumi Dipijak, Disitu Langik Dijunjuang: Peduli Rantau dan Kampung Halaman
Meski telah sukses dan memiliki posisi terhormat di Provinsi Riau, H. Yuhandri tidak pernah melupakan asal-usulnya. Ia dikenal sangat responsif dan aktif memberikan kontribusi nyata untuk kampung halaman.
Bukti kepedulian nyata Pokie Kayo di antaranya:
Aksi Kemanusiaan: Rutin mengirimkan bantuan bagi masyarakat Tanah Datar yang terdampak bencana, termasuk korban banjir bandang galodo tahun 2024 dan 2025.
Respon Cepat Bencana: Turut mengulurkan bantuan pada bencana banjir bandang yang melanda Tanah Datar pada bulan Mei 2026 lalu.
Sosial Keagamaan: Aktif menyokong pembangunan fasilitas sosial baik di Nagari Saruaso maupun bagi warga yang membutuhkan di perantauan Dumai.
Kombinasi antara peran legislatif dan kepemimpinan sosial ini membuat sosok Pokie Kayo dipandang sebagai teladan nyata filosofi Minang. Ia membuktikan diri mampu hidup "Saciok bak ayam, sadanciang bak basi"—menjadi sosok yang berguna di rantau, tanpa sedikit pun melupakan kampung halaman. (Juned)

0 $type={blogger}:
Posting Komentar