Sinergi Polres Tanah Datar dan Ninik Mamak: Bersama Satukan Hati Berantas LGBT dan Penyakit Sosial


LANSANINEWS.COM TANAH DATAR 
– Kepolisian Resor (Polres) Tanah Datar mengambil langkah tegas dalam menyikapi maraknya penyakit masyarakat (pekat). Bersama pemuka adat se-Kabupaten Tanah Datar, Polres menggelar diskusi strategis untuk menyamakan visi dalam memberantas penyimpangan sosial, terutama perilaku LGBT. Selasa (02/06/2026) di Masjid Al Mustaqim kecamatan Lima Kaum. 

​Kegiatan ini mengusung tema "Polres Tanah Datar Bersama Ninik Mamak Sekabupaten Tanah Datar Satukan Hati dalam Langkah Nyata Penanggulangan Masalah Sosial dan Perilaku".
​Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari silaturahmi sebelumnya. Ini menjadi momentum kedua kalinya Polres dan niniak mamak duduk bersama demi menegakkan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

​Kondisi Memprihatinkan, Kasat Intelkam Ingatkan Azab Kaum Sodom
​Acara yang dipandu oleh Kasat Intelkam Polres Tanah Datar, AKP Dailalul Khairat, S.H., berlangsung dengan khidmat. Dalam pengantarnya, AKP Dailul menyoroti ketimpangan perilaku yang kian meresahkan, salah satunya maraknya fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

​Sebagai pengingat dari sisi religius, Kasat Intelkam mengutip ayat suci Al-Qur'an mengenai kisah kaum Nabi Luth AS.

​"Allah sangat marah kepada kaum Nabi Luth. Azab-Nya sangat nyata; mulai dari menjungkirbalikkan daerah tersebut hingga membutakan hati dan mata mereka. Ini harus menjadi peringatan keras bagi kita semua," tegas AKP Dailalul Khairat.

​Kapolres: Ada Pelaku yang Sudah Beristri, Tertangkap Basah di Pinggir Jalan
​Sementara itu, Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K.. mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas fakta-fakta lapangan yang ditemukan oleh jajarannya. Ia membeberkan bahwa aktivitas menyimpang ini sudah sangat berani dan masuk ke berbagai kalangan.

​"Beberapa hari lalu, petugas mengamankan terduga pelaku LGBT yang kedapatan sedang melakukan perbuatan tidak senonoh di pinggir jalan pada malam hari," ungkap Kapolres.

​Lebih mengejutkan lagi, Polres juga menerima laporan adanya terduga pelaku yang sebenarnya sudah memiliki istri dan berkeluarga, namun tetap melakoni perilaku menyimpang tersebut.
​Melihat realita yang kian mengkhawatirkan ini, Kapolres mengajak seluruh unsur niniak mamak dan lapisan masyarakat untuk turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan.

​"Kita harus bersama-sama membasmi perilaku LGBT ini agar keberadaannya tidak ada lagi di Tanah Datar. Kejahatan akan hilang dan kebaikan akan muncul jika kita semua melaksanakan fungsi kontrol sosial yang ada di masyarakat," cetus Kapolres.

​Hadirkan Tokoh Agama dan Adat Terkemuka
​Untuk membedah persoalan ini dari hulu ke hilir, diskusi ini menghadirkan deretan narasumber berkompeten dari tingkat Sumatra Barat hingga kabupaten:
​Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto (Mak Katik) (Budayawan/Tokoh Adat Minangkabau)
​Basrizal, S.Sos., Dt. Panghulu Basa (Bakorkan Sumbar)
​Aresno, Dt. Andomo (Ketua LKAAM Tanah Datar)
​H. Yendri Junaidi, Lc., M.A. (Ketua MUI Tanah Datar)
​Amir Syarifudin, Dt. Mangkudum Sati (Tokoh Masyarakat)

​Melalui forum ini, lahir komitmen bersama bahwa penanggulangan ketimpangan sosial tidak bisa hanya bersandar pada penegakan hukum oleh kepolisian, melainkan harus dibentengi oleh kekuatan adat dan agama yang digerakkan oleh para niniak mamak di setiap nagari. (Juned) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama