Dulu Rawa-Rawa Luak Payo, Kini Berdiri Rumah Tahfizh Megah Di Batipuah


LANSANINEWS.COM BATIPUAH 
— Sebuah transformasi luar biasa terjadi di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuah. Lahan yang dulunya merupakan area berair, rawa-rawa, dan sumur tua yang dikenal warga sebagai "Luak Payo", kini telah berubah total menjadi pusat peradaban Al-Quran yang megah.

​Bangunan kokoh yang dinamai Rumah Tahfizh Baitul Huffazh tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM, pada Senin (1/6/2026). Peresmian ini menandai babak baru bagi pembinaan generasi muda islami di kawasan tersebut.

​Empat Tahun Perjuangan dan Gotong Royong Warga
​Kehadiran Rumah Tahfizh Baitul Huffazh tidak lepas dari sebuah gagasan besar. Ketua Panitia Pelaksana, Ir. MY Dt. Rajo Malano, menceritakan bahwa ide awal pemanfaatan lahan payau ini lahir dari inisiatif seorang tokoh masyarakat  H. Alfiadi

​"Proses ini memakan waktu selama empat tahun. Alhamdulillah, dengan menelan anggaran lebih dari 1 Miliar rupiah—yang belum termasuk besarnya bantuan swadaya dan material dari masyarakat—bangunan ini akhirnya selesai dan siap digunakan," ujar MY Dt. Rajo Malano dengan nada haru.

​Penggagas utama, H. Alfiadi Khatik Sinaro, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. Ia berharap tempat yang dulunya sepi ini kini bisa bergaung dengan suara lantunan ayat-ayat suci.

​"Harapan kita bersama, tempat ini melahirkan para ahli, penghafal, dan pecinta Al-Quran. Kami juga mengetuk pintu hati semua unsur pemerintahan untuk bersama-sama mendukung operasional rumah tahfizh ini ke depan," kata H. Alfiadi.

​Dukungan penuh juga ditegaskan oleh Wali Nagari Bungo Tanjuang, Yudisthira Anuggraha, S.Pd, NL.P., yang menyatakan bahwa pihak nagari siap mengawal keberlanjutan program keagamaan ini.

​Bupati Eka Putra: Ini Investasi Akhirat
​Melihat kekompakan dan hasil kerja keras warga Batipuah, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan rasa kagum dan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, apa yang dilakukan warga Bungo Tanjuang adalah bentuk nyata dari investasi masa depan yang sesungguhnya.

​"Ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi investasi akhirat. Amalnya akan terus mengalir tiada putus bagi setiap orang yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun hartanya di sini," tutur Eka Putra.

​Bupati juga mengaitkan kehadiran rumah tahfizh ini dengan visi besar bangsa. Ia menegaskan, tantangan masa depan hanya bisa dihadapi jika generasi muda dibekali fondasi agama yang kuat.

​"Generasi yang hebat tidak lahir begitu saja. Kita harus bersatu. Dukungan dari niniak mamak, tokoh masyarakat, perantau, dan pemerintah adalah kunci utama untuk mencetak Generasi Emas tahun 2045 yang berakhlak mulia," pungkas Bupati.

​Dihadiri Tokoh Lintas Sektor
​Kemeriahan acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Anggota DPRD Tanah Datar Yonnarlis, para kepala OPD, Kepala Kantor Kemenag, Ketua TP-PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, serta Ketua Baznas Tanah Datar Dr. Yasmansyah, S.Ag, M.Pd.

​Turut menyaksikan jajaran Forkopimca Batipuah, tokoh adat Bukhari Dt. Tuo, perwakilan perantau, tokoh pemuda, bundo kanduang, serta masyarakat sekitar yang memadati lokasi acara. (Juned) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama