![]() |
| Tim peneliti Universitas Andalas bersama jajaran PT Pertamina Dumai membahas studi kelayakan penerapan Sistem Monitoring Petir di kawasan industri, Minggu (9/8/2026). (Foto: andi) |
Tim peneliti Universitas Andalas (Unand) melakukan studi kelayakan penerapan Sistem Monitoring Petir di lingkungan PT Pertamina Dumai. Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Eng. Ir. Ariadi Hazmi, IPU, selaku ketua peneliti, bersama sejumlah dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam tim penelitian.
Dalam kunjungan tersebut, tim memaparkan konsep serta kesiapan teknologi Sistem Monitoring Petir yang dirancang untuk mendeteksi aktivitas petir secara real-time dan menyediakan informasi penting guna mendukung pengambilan keputusan operasional di lingkungan industri.
Prof. Ariadi Hazmi menjelaskan, sistem yang dikembangkan memiliki sejumlah keunggulan, di antara nya mampu mendeteksi sambaran petir dalam radius hingga sekitar 7 kilometer secara real-time. Teknologi ini juga memanfaatkan kombinasi sensor medan listrik, sensor medan magnet, dan mikrofon untuk meningkatkan akurasi deteksi.
Selain itu, sistem dilengkapi dengan fitur pemetaan lokasi sambaran petir serta pencatatan data aktivitas petir yang dapat diakses dalam periode harian, bulanan, hingga tahunan.
Menurutnya, teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk diterapkan di kawasan industri energi, termasuk kilang Pertamina, yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap gangguan operasional akibat aktivitas petir.
“Studi kelayakan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan implementasi teknologi di lingkungan industri, khususnya di Pertamina Dumai. Sebelumnya, sistem ini telah berhasil diimplemen- tasikan di PT Supreme Energy Muara Laboh,” ujar Prof. Ariadi.
Ia menambahkan, sistem monitoring petir yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan yang dapat meningkatkan keselamatan kerja dan keandalan operasional industri.
“Sistem monitoring petir yang kami kembangkan tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional industri ,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Ariadi menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam pengembangan teknologi yang berbasis kebutuhan lapangan.
“Melalui studi kelayakan ini, kami ingin memastikan bahwa solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan dapat diimplementasikan secara efektif,” ujarnya.
Pihak Pertamina Dumai yang diwakili Senior Group Leader Electrical Inspection, Ir. Syahril Aditya Ginanjar, ST, MT, MMP, IPM, ASEAN Eng, CT, CRP, bersama tim, menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan sistem keselamatan dan mitigasi risiko operasional, khususnya dalam menghadapi potensi gangguan akibat fenomena alam seperti petir.
Studi kelayakan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju implementasi teknologi monitoring petir yang lebih modern dan terintegrasi guna mendukung keselamatan serta keberlangsungan operasional industri energi di Indonesia. (Andi)

0 Komentar