Kegiatan yang dihadiri
para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, pimpinan organisasi pers, pimpinan media
massa, serta insan pers dari berbagai daerah di Sumatera Barat itu dinilai
menjadi langkah stra tegis dalam membangun komunikasi yang terbuka antara Polri
dan media.
Ketua DPW PW FRN Counter Polri Sumatera Barat, Ridwan Syafriandi, S.IP, mengatakan forum ter sebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, koordinas i, dan kolaborasi antara kepolisian dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami mengapresiasi Bapak Kapolda Sumbar beserta seluruh jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Duduak Basamo merupakan langkah positif yang menunjukkan keterbukaan Polda Sumbar dalam menerima aspirasi, kritik, dan masukan dari insan pers. Komunikasi seperti ini sangat penting untuk membangun sinergitas yang lebih kuat demi kepentingan masyarakat," ujar Ridwan.
Menurut Ridwan, insan pers memiliki peran penting sebagai penyambung informasi sekaligus kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan dan kinerja pelayanan publik, termasuk institusi kepolisian.Karena itu, dirinya menyambut baik komitmen Kapolda Sumbar yang mengajak media untuk terus memberikan kritik dan masukan yang bersifat membangun.Dalam forum tersebut, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan mampu merespons setiap persoalan secara cepat.
"Polisi harus hadir
langsung di tengah masyarakat. Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru
bertindak. Setiap informasi yang berkembang harus segera direspons agar tidak
mengganggu situasi kamtibmas," tegas Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.
Ridwan menilai arahan tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh jajaran kepolisian agar semakin responsif terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.Apresiasi Penindakan Tambang Ilegal dan BBM Ilegal
Dalam sesi diskusi, DPW
PW FRN Sumbar juga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian
masyarakat, di antaranya distribusi BBM, aktivitas pertambangan tanpa izin
(PETI), serta penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Meski demikian, Ridwan memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah penegakan hukum yang telah dilakukan Polda Sumbar, khususnya oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
"Kami melihat
komitmen Polda Sumbar dalam melakukan penindakan terhadap aktivitas tambang
ilegal maupun penyalahgunaan BBM ilegal sudah berjalan dengan baik. Upaya
tersebut menunjukkan bahwa Polri hadir menjawab keresahan masyarakat. Tentunya
kami berharap penegakan hukum ini dilakukan secara berkesinambungan sehingga
memberikan efek jera bagi para pelaku," katanya.
Ia menambahkan, pemberantasan narkotika juga harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena dampaknya yang sangat besar terhadap masa depan generasi muda.Pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen Kapolda Sumbar yang menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak boleh dilakukan setengah-setengah.
"Narkoba menjadi
perhatian utama. Penanganannya harus dilakukan secara serius, terpadu, dan
tidak boleh setengah-setengah," tegas Kapolda.
"Kami dari DPW PW
FRN Counter Polri Sumatera Barat siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra
stra tegis Polri. Ketika Polri bekerja dengan baik tentu kami akan memberikan
apresiasi, namun ketika masih terdapat kekurangan kami juga akan menyampaikan
kritik yang konstruktif sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Kami
optimistis di bawah kepemimpinan Bapak Kapolda Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy,
Polda Sumbar akan semakin profesional, humanis, dan semakin dipercaya
masyarakat," tutup Ridwan.
Menurut Ridwan, kegiatan Duduak Basamo Kapolda Jo Insan Pers diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi menjadi forum rutin yang mampu memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers dalam mewujudkan Sumatera Barat yang aman, tertib, dan kondusif. ( Wati)

0 Komentar