![]() |
| Tim satgas gabungan memadamkan karhutla di Desa Sumber Hidup, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (4/7/2026). |
Lansaninews.com, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan
penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan area
seluas ribuan hektare di tiga provinsi prioritas nasional, yakni Kalimantan
Barat, Riau, dan Sumatera Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Abdul Muhari di Jakarta , Sabtu, mengatakan operasi pemadaman dan pembasahan
lahan terus digencarkan secara kolaboratif guna menekan perluasan titik api di
wilayah-wilayah tersebut.
Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan
Barat, tercatat se bagai luas lahan terbakar terbesar dengan total mencapai
28.216,31 hektare sejak Januari hingga akhir Juni 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru satelit, di wilayah
Kalimantan Barat, tim reaksi cepat di lapangan saat ini masih men deteksi adanya
25 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah.
Total luas lahan terbakar di Provinsi Riau sejak awal tahun hingga 2 Juli 2026
mencapai 15.231,44 hektare, dengan status siaga darurat yang ditetapkan
pemerintah daerah hingga 30 November 2026.
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan tercatat
mencapai 305,39 hektare selama periode Januari hingga Juni 2026, di mana upaya
pemadaman darat dan udara terus dilakukan secara masif.
Sebagai langkah konkret, satgas gabungan didukung BNPB
melaksanakan operasi penge boman air pada Kamis (3/7) yang berhasil menjangkau
sekaligus menjinakkan kobar an api di area terbakar seluas sembilan hektare.
Selain fokus menjinakkan kobaran api, BNPB juga memperkuat
antisipasi menghadapi potensi dampak anomali iklim yang dipengaruhi El Nino dan
musim kemarau panjang tahun ini. Berbagai instrumen mitigasi hidrometeorologi kering yang kini tengah digulirkan
secara nasional meliputi operasi modifi kasi cuaca (OMC), pembangunan sumur bor,
pemasangan pipa, hingga percepatan distribusi air bersih ke daerah rawan.
(Zaidil)
Meskipun akumulasi luasan lahan hangus di Riau cukup besar, ia mengonfirmasi
bahwa berdasarkan laporan evaluasi terkini di lapangan, tidak terdapat
penambahan luas area terbakar baru di daerah dengan sebutan "Bumi Lancang
Kuning" tersebut.
Tags:
Peristiwa
