Belajar AI Kini Semakin Mudah, Program Sertifikasi 28 Hari Diklaim Siapkan Talenta Digital

Sumber gambar: BlackJack3D via Getty Images
Lansaninews.com, Jakarta 
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) terus menjadi keterampilan yang semakin dibutuh kan di berbagai sektor industri. Seiring meningkatnya permintaan tenaga kerja yang menguasai-- teknologi  AI, berbagai program pelatihan mulai bermunculan untuk membantu masyarakat meningkat kan kompetensi digital.

Salah satu program yang diperkenalkan kepada publik menawarkan pembelajaran AI selama 28 hari dengan skema belajar bertahap, mulai dari pengenalan teknologi hingga pemanfaatannya untuk men dukung produktivitas kerja.

Berdasarkan materi yang dipublikasikan, peserta akan mempelajari sejumlah platform AI populer, seperti ChatGPT, Claude, Gemini, Perplexity, Copilot, Grok, hingga NotebookLM. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai teknologi pendukung lainnya, seperti Leonardo AI, Midjourney AI, Canva AI, Sora, Kling, dan Veo untuk kebutuhan pembuatan konten visual maupun multimedia.

Program tersebut diklaim dirancang agar peserta dapat mempelajari satu materi setiap hari selama empat pekan. Pada akhir program, peserta disebut akan memperoleh sertifikat AI sebagai bukti telah mengikuti pelatihan.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap pelatihan AI tidak lepas dari semakin luasnya penerapan teknologi tersebut di dunia kerja. AI kini dimanfaatkan di berbagai bidang, mulai dari pemasaran digital, pendidikan, desain grafis, penulisan konten, analisis data, hingga pengembangan perangkat lunak.

Meski demikian, para calon peserta diimbau untuk terlebih dahulu mempelajari profil penyelenggara pelatihan, kurikulum, kredibilitas mentor, serta legalitas sertifikat yang ditawarkan sebelum memutus kan untuk mengikuti program berbayar.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat AI dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi pencari kerja, pelaku usaha, maupun profesional yang ingin meningkatkan produktivitas dan daya saing di era transformasi digital.

Dengan semakin mudahnya akses terhadap pelatihan berbasis AI, masyarakat memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Def


Posting Komentar

0 Komentar