Kegiatan yang diikuti 55 peserta dari perwakilan Pemuda Islam dan Pemuda Buddha tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman tentang moderasi beragama, toleransi, serta memperkuat kerja sama antar pemuda dari berbagai latar belakang agama guna menjaga kerukunan, persatuan, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Hadir
pada kegiatan tersebut Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Ketua LPPM IAIN
Datuk Laksemana Bengkalis, Ketua Yayasan Prajnamitra Maitreya Cabang Bengkalis,
serta Ketua dan Pengurus IKPTB Cabang Bengkalis.
Dalam
laporannya, Kepala Pusat Studi Moderasi Beragama IAIN Datuk Laksemana
Bengkalis, Am rizal, menyampaikan bahwa kegiatan dialog lintas agama ini
dilaksanakan untuk membangun kesepahaman di kalangan umat beragama, khususnya
para pemuda.
“Melalui
kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran untuk saling menghormati dan
menghargai satu sama lain, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis
dan damai,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, dalam sambutannya me negaskan pentingnya menjaga dan merawat kerukunan serta kedamaian di tengah masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, budaya, dan agama.
Menurutnya,
pemuda memiliki peran strategis sebagai agen pemersatu bangsa yang mampu
menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang toleran dan saling menghargai.
Selain
itu, Abu Anwar juga mengingatkan para peserta untuk bijak dalam menggunakan
media sosial. Ia menekankan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak
mudah terprovokasi oleh berbagai info rmasi yang belum tentu benar dan
berpotensi merusak hubungan kerukunan antarumat beragama.
“Media
sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan,
persatuan, dan kedamaian, bukan sebaliknya menjadi ruang yang memecah belah
masyarakat,” pesannya.
Kegiatan
dialog tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Komisi Kerukunan Umat
Ber agama dan Hubungan Luar Negeri MUI Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Lukman, yang
menyampaikan materi tentang Moderasi Beragama; Sebuah Kebijakan Nasional dalam
Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama.
Selanjutnya,
Ketua Cabang Permabudhi Bengkalis, Supendi, memaparkan materi mengenai
Tantangan Kerukunan dan Literasi Digital di Era Media Sosial. Kegiatan dipandu
oleh moderator H. Ruliono.
Rangkaian
kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat kebersamaan, diawali dengan
pembuka an, nonton bareng film bertema kerukunan beragama, penyampaian materi
oleh narasumber, serta sesi dialog antara peserta dan pemateri.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan para pemuda lintas agama di Kabupaten Bengkalis
semakin memahami pentingnya moderasi beragama, memperkuat toleransi, serta
mampu menjadi pelopor dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah
masyarakat yang majemuk ( Sintia)
