penyerahan dokumen Hasil Musnag Oleh Ketua BPRN kepada Wali Nagari Gunung Rajo ( Foto Juned)
Lansaninews.com BATIPUH
– Persoalan sampah kerap menjadi momok di tingkat nagari. Menyiasati hal itu, Pemerintah Nagari Gunung Rajo, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar mengambil langkah berani dengan memfokuskan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 pada penanggulangan sampah terpadu.
Langkah strategis ini mencuat dalam Musyawarah Nagari (Musnag) penyusunan RKP 2027 dan DU RKP 2028 yang dibuka langsung oleh Ketua BPRN Gunung Rajo, Ilvan Trisno Dt. Sarian.
Wali Nagari Gunung Rajo, Erizal Dt. Kayo, mengungkapkan bahwa pihaknya serius membenahi sistem lingkungan. Bahkan, nagari telah merancang Peraturan Nagari (Pernag) khusus yang mengatur tata kelola sampah hingga penarikan retribusi dari masyarakat.
"Perneg tentang sampah sudah kita buat. Di dalamnya ada tinjauan retribusi untuk pemeliharaan fasilitas kebersihan ke masyarakat, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per keluarga," ungkap Erizal di hadapan peserta Musnag.
Modali Bentor dan Kontainer Pakai APB Nagari
Demi mendukung Perneg tersebut, Pemnag Gunung Rajo tidak main-main dalam menyiapkan infrastruktur penunjang. Menggunakan pos anggaran dari Alokasi Dana Nagari (ADN), armada pengangkut kini mulai disiapkan.
"Saat ini kita sudah memesan bentor (becak motor sampah). Untuk muara pembuangan akhirnya, kita siapkan kontainer sampah khusus yang saat ini masih dalam proses pembuatan," jelas Erizal Dt. Kayo.
Alur Kerja TPSST: Sampah Ekonomis Jadi Duit
Tak hanya mengangkut, Gunung Rajo juga mengadopsi sistem pilah sampah ramah lingkungan melalui Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPSST) yang didanai oleh Dana Desa.
Alurnya dirancang sistematis:
Rumah tangga membawa sampah ke TPSST.
Petugas bank sampah memisahkan sampah di lokasi tersebut.
Sampah yang bernilai ekonomis dipilah untuk dijual ke Bank Sampah.
Hanya sampah residu (yang tidak bisa diolah lagi) yang dimasukkan ke kontainer untuk dibuang ke Batusangkar.
"Sembari menunggu kontainer selesai dibuat, strategi kita saat ini adalah mendahulukan pengangkutan residu atau sampah yang benar-benar tidak bisa digunakan lagi," tambahnya.
Tagih Dukungan Pemerintah Daerah
Mengingat program ini membutuhkan sinergi skala besar, Wali Nagari Gunung Rajo sangat berharap Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memberikan lampu hijau dan dukungan penuh.
"Kami harap pemerintah daerah mohon dukungannya untuk penanggulangan sampah di nagari kami ini," pungkasnya.
Hadir dalam Musnag tersebut tim monitoring dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tanah Datar, Dinas Perkim LH, Forkopimca, serta Camat Batipuh yang menyambut positif terobosan berwawasan lingkungan ini. (Juned)
Tags:
Tanah Datar
