Lansaninews.com Tanah Datar
– Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN) Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, sukses menggelar Musyawarah Nagari (Musnag) pada Rabu (24/06/2026). Bertempat di aula kantor Wali Nagari setempat, agenda utama pertemuan ini adalah membahas rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027 serta Daftar Usulan (DU) RKP Tahun 2028. dibuka langsung oleh Ketua BPRN Tanjung.
Tantangan Finansial dan Efisiensi Dana Desa
Di balik perencanaan pembangunan ini, Nagari Tanjung Barulak rupanya dihadapkan pada kok tantangan finansial yang cukup ketat. Wali Nagari Tanjung Barulak, Doni Afriko, A.Md, membeberkan adanya efisiensi dana desa yang berdampak pada pemangkasan anggaran transfer dari pusat.
"Sumber dana kita ada dua, yaitu ADD (Alokasi Dana Desa) dan ADN (Alokasi Dana Nagari). ADD merupakan transfer dari pusat, sedangkan ADN ditransfer dari kabupaten. Jika pada tahun 2023 dan 2024 kondisi keuangan kita terbilang stabil, maka pada tahun 2025 terjadi efisiensi dana desa," ujar Doni terbuka di hadapan peserta musyawarah.
Doni menambahkan, "Kita mengalami pengurangan dana transfer dari pusat untuk dana nagari sebesar kurang lebih 58 juta rupiah. Dari total anggaran sekitar 1,1 miliar rupiah, yang masuk ke kas Nagari kini hanya sekitar 900 jutaan rupiah."
Siasat Skala Prioritas dan Sistem Bottom-Up
Menyiasati pemotongan anggaran tersebut, Doni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih selektif dan bijak dalam menyusun skala prioritas. Hal ini krusial agar pemanfaatan anggaran yang terbatas tetap berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Meskipun diterpa efisiensi anggaran, Doni memastikan proses penjaringan aspirasi di Tanjung Barulak tetap menganut sistem bottom-up (dari bawah ke atas). Artinya, program-program yang digodok benar-benar bersumber dari kebutuhan mendasar masyarakat di tingkat jorong yang diusulkan melalui dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) jorong.
Acara yang dibuka langsung oleh Ketua BPRN Tanjung Barulak, Rusnadi, A.Md, ini turut dihadiri oleh perwakilan OPD, jajaran Forkopimca, Camat Batipuh, unsur KAN, pendamping desa, tokoh pemuda, hingga Bundo Kanduang. Lewat diskusi yang interaktif, Musnag berhasil merumuskan kesepakatan bersama demi arah pembangunan nagari yang lebih tepat sasaran. (Juned)

0 Komentar