Lahan Berpasir Jadi Ladang Rupiah, Petani di Padang Ganting Sukses Budidayakan Nilam


LANSANINEWS.COM Tanah Datar 
-Nagari Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting, mulai menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra penghasil minyak nilam (Patchouli Oil) di Kabupaten Tanah Datar. Komoditas yang menjadi bahan baku utama industri parfum mewah ini kini memiliki nilai ekonomi yang sangat menjanjikan, dengan harga jual minyak murni berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per kilogram.

​Potensi besar ini diungkapkan oleh Saripuan, seorang petani nilam pionir di daerah tersebut. Saat ditemui awak media di perkebunannya pada Rabu (07/01/2026), pria yang akrab disapa Puan ini menjelaskan bahwa tanaman nilam sangat cocok dengan karakteristik lahan di wilayahnya.

​Karakteristik Tanah dan Hasil Panen
​Menurut Puan, tanaman nilam tidak memerlukan perawatan yang sangat rumit, asalkan kondisi lingkungannya tepat.

​"Nilam ini sangat mudah tumbuh subur di tanah yang berpasir, yang terpenting adalah ketersediaan air yang cukup," ujar Puan yang saat itu didampingi oleh rekannya, Yal.

​Sejauh ini, Puan telah membuktikan keberhasilan budidaya tersebut dengan melakukan tiga kali masa panen. Pada panen pertama, ia berhasil memproduksi 8 kg minyak, disusul panen kedua sebanyak 4 kg. Saat ini, ia tengah memasuki masa produksi ketiga dan sedang dalam proses penyulingan.

​Rasio Produksi dan Rencana Ekspansi
​Secara teknis, Puan memaparkan bahwa proses pengolahan nilam membutuhkan ketelitian. Dari 100 kg daun nilam basah, setelah dikeringkan akan menyusut menjadi sekitar 30 kg. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dari akumulasi sekitar 60 kg daun nilam kering, dapat dihasilkan kurang lebih 1,4 kg minyak nilam murni.

​Melihat peluang yang begitu besar dan kompetisi yang masih rendah—di mana saat ini baru ada sekitar dua orang petani di daerahnya yang fokus pada komoditi ini—Puan berencana melakukan ekspansi. Bersama Yal, ia tengah mempersiapkan pengembangan lahan seluas 2,5 hektar miliknya untuk ditanami nilam secara masif.

​Harapan Dukungan Pemerintah
​Meski menjanjikan keuntungan melimpah, tantangan besar masih membayangi para petani. Masalah utamanya adalah ketiadaan infrastruktur penyulingan mandiri di daerah tersebut. Hingga saat ini, Puan harus membawa hasil panennya ke tempat penyulingan milik orang lain.

​"Kendalanya kami belum punya alat suling sendiri. Selama ini harus minta bantuan ke tempat orang, tentu ini menambah biaya dan waktu," keluhnya.

​Ia pun menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui dinas terkait untuk memberikan perhatian khusus pada komoditas ini.

​"Kami sangat berharap adanya dukungan pemerintah agar di Padang Ganting tersedia fasilitas penyulingan. Jika ada alat sendiri, kami yakin ekonomi masyarakat akan terdongkrak lebih cepat dan petani lain pun akan tertarik ikut menanam nilam," pungkas Saripuan.

​Dengan harga pasar yang stabil dan kebutuhan industri parfum dunia yang tinggi terhadap minyak nilam Indonesia, komoditas ini berpotensi menjadi "emas cair" baru bagi peningkatan kesejahteraan petani di Tanah Datar jika didukung oleh kebijakan dan infrastruktur yang tepat. (Juned) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama