Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Gelar Rakor Sosialisasi Pokja Bunda PAUD

 
Lansani news,com –Agam
Bunda Paud kecamatan se-Kabupaten Agam mengikuti Rapat Koordinasi mengenai sosialisasi Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Paud yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Jum’at (20/8) di aula kantor bupati Agam.

Rakor yang berlangsung sesuai protokol kesehatan Covid-19 ini dibuka langsung Bunda Paud Kabupaten Agam, Yenni Andri Warman.Turut dihadiri juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Isra dan sejumlah kepala OPD terkait.

Ketua Panitia Pelaksana, Yenni Sofnidel, mengatakan, keberadaan Pokja Bunda PAUD untuk memantapkan peran Bunda PAUD dalam menggerakkan peningkatan layanan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia dini.

Apalagi, jelasnya, di masa pandemi ini urgensi peran Pokja Bunda Paud sebagai penggerak utama semakin kuat. Pokja Bunda Paud diharapkan dapat menggerakkan semua pihak melalui kepedulian dan pemberdayaan peran serta masyarakat dalam mendukung satuan Paud.

Oleh sebab itu, kita lakukan saat ini sosialisasi mengenai Pokja Bunda Paud. Untuk tingkat kabupaten sendiri kita belum membentuk, rencananya dalam waktu dekat ini kemudian baru dilanjutkan tingkat kecamatan,” jelasnya.

Bunda Paud Kabupaten Agam mengapresiasi sosialisasi Pokja Bunda Paud yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam.Kita sangat mendukung penuh dengan rencana pembentukan Pokja Bunda Paud ini, sehingga bisa membantu kita di lapangan terutama dibidang penguatan kemitraan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ny Yenni mengatakan, anak usia dini saat ini merupakan investasi penting dalam men jawab tantangan Indonesia Emas pada Tahun 2045 mendatang.Pendidikan keluarga sangat penting karena keluarga adalah kelompok terkecil dari sebuah masyarakat.Keluarga harus menjadi pencetak karakter anak, maka penguatan ketahanan keluarga adalah pondasinya,” terang Bunda Yennita.

Menanggpi kegiatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan perlu adanya sinergitas program Pokja Bunda Paud dengan berbagai pemangku kepentingan baik instansi pemerintah, swasta maupun organisasi mitra. Sehingga, pengembangan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Agam dapat terintegrasi dalam satu bentuk kerja sama.

Kerja sama itu sendiri dapat terwujud jika ada komunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Jadi, mari kita wujudkan komponen-komponen kerja sama ini, sehingga menjadi kesepakatan bersama,” ajak Isra.

Maka, jelas Isra, hal tersebut menjadi tantangan juga bagi Pokja Bunda Paud di kabupaten maupun kecamatan, dalam sinergi dan kolaborasi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah dan organisasi mitra Paud.  (Ap Kari/ Rk)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama