Pembangunan 80 unit hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, resmi memasuki tahap pelaksanaan. Proyek tersebut diawali dengan penyerahan lokasi pekerjaan dan personel serta pelaksanaan Mutual Check Awal (MC-0), sebagai tanda dimulainya pekerjaan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, unsur TNI dari Koramil 11 Palembayan tampak hadir dan siap mengawal jalannya pembangunan agar berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana. Kehadiran TNI menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana bagi masyarakat yang selama ini menantikan hunian yang layak dan aman.
Penyerahan lokasi pekerjaan dipimpin Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Sumatera Barat, Ridho Ruzika, bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Polsek Palembayan, jajaran Koramil 11 Palembayan, pemerintah Kecamatan Palembayan, perangkat Nagari III Koto Silungkang, tokoh masyarakat, serta pihak kontraktor pelaksana PT Dame Uli Jadiaman Indah.
Danramil 11 Palembayan melalui perwakilannya menegaskan komitmen TNI untuk mendukung kelancaran pembangunan Huntap hingga selesai. Selain menjaga situasi keamanan di lokasi pekerjaan, TNI juga siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan proses pembangunan berjalan tanpa hambatan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, mengatakan pembangunan Huntap merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana.
“Hunian tetap ini bukan sekadar pembangunan rumah, tetapi bagian dari upaya mengembalikan kehidupan masyarakat agar dapat tinggal dengan aman, nyaman, dan memiliki kepastian tempat tinggal,” katanya.
Sementara itu, PPK Satker PKP Provinsi Sumatera Barat, Ridho Ruzika, mengingatkan pelaksana pekerjaan agar menjalankan seluruh tahapan pembangunan sesuai spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara seluruh pihak, termasuk TNI dan aparat keamanan lainnya, demi menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.
Dengan dimulainya tahap konstruksi, pembangunan 80 unit Huntap di Nagari III Koto Silungkang diharapkan dapat selesai tepat waktu dan segera ditempati oleh warga terdampak bencana. Dukungan TNI bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mewujudkan hunian yang layak sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Agam. ( Irwan)

0 Komentar