![]() |
| Pekerjaan pemindahan pohon sedang berlangsung di sepanjang ruas Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Kamis (3/9/2026), sebagai tahap awal proyek pelebaran jalan. (Foto: Andi) |
Lansaninews.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai mempercepat pelaksanaan proyek pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, sebagai upaya mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Simpang SKA.
Tahap awal pekerjaan saat ini diawali dengan pemindahan sejumlah pohon di sepanjang ruas jalan yang akan diperlebar. Proses tersebut dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pelebaran jalan akan segera dimulai setelah seluruh proses pemindahan pohon selesai dilakukan.
"Saat ini DLHK Kota Pekanbaru sedang melakukan pemindahan pohon yang nantinya akan ditanam kembali di kawasan Tenayan. Setelah itu baru pekerjaan pelebaran jalan dilaksanakan," kata Zulfahmi, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, pelebaran akan difokuskan pada ruas Jalan Tuanku Tambusai, terutama di kawasan sekitar Rumah Sakit Hermina. Setelah selesai, kapasitas jalan akan bertambah dengan lebar masing-masing jalur mencapai 14 meter dan terdiri dari empat lajur pada setiap arah.
"Dengan pelebaran ini, masing-masing jalur akan memiliki empat lajur sehingga kapasitas kendaraan yang melintas bisa meningkat dan arus lalu lintas menjadi lebih lancar," ujarnya.
Pemprov Riau menargetkan proyek tersebut rampung pada Desember 2026. Setelah pekerjaan selesai, pemerintah juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa penataan ulang arus kendaraan di Simpang SKA, termasuk rencana penutupan lampu lalu lintas di persimpangan tersebut.
"Targetnya sebelum akhir tahun pekerjaan sudah selesai. Setelah itu rekayasa lalu lintas dapat diberlakukan sehingga penataan Simpang SKA bisa diterapkan sebelum memasuki tahun 2027," jelasnya.
Zulfahmi menilai pelebaran jalan dan penataan arus lalu lintas menjadi langkah strategis untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Simpang SKA, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan. Selama ini, antrean kendaraan di pertemuan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai menjadi salah satu persoalan lalu lintas yang paling sering dikeluhkan masyarakat.
"Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena kemacetan di kawasan tersebut sudah cukup lama dirasakan masyarakat. Dengan pelebaran jalan dan rekayasa lalu lintas yang disiapkan, diharapkan antrean kendaraan dapat berkurang secara signifikan," tutupnya.Jika ingin lebih bergaya media online (Tribun, Antara, atau Becker News), saya bisa menyesuaikan gaya penulisannya. ( Andi)

0 Komentar