![]() |
| Suasana padat di lokasi pelayanan kesehatan saat penanganan ratusan warga yang diduga keracunan makanan program MBG di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Rabu (2/9/2026). (Foto: Irwan) |
Data tersebut diperoleh dari hasil pendataan tim gabungan Pemerintah Kecamatan Palupuah yang turun langsung ke lapangan sejak kasus tersebut mencuat. Pendataan dilakukan berdasarkan instruksi pimpinan daerah guna memastikan jumlah korban serta kondisi terkini para terdampak.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 334 korban, sebanyak 273 orang merupakan siswa sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Palupuah. Selain itu, terdapat 19 guru SD, 40 siswa SMP Negeri 1 Palupuah, serta dua guru SMP Negeri 1 Palupuah yang turut mengalami gejala serupa.
Camat Palupuah, Nong Rianto Dt. Maruhun, mengatakan pihaknya telah mengerahkan jajaran kecamatan untuk melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan para korban.
"Instruksi telah kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim ke lapangan untuk mendata jumlah korban dan memastikan proses penanganan berjalan dengan baik bersama unsur terkait," ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan dan penanganan medis sesuai kebutuhan, sembari menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Hingga Rabu sore, tim kesehatan bersama pemerintah daerah masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban. Sementara itu, investigasi mengenai dugaan penyebab keracunan juga masih berlangsung.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi yang dilakukan oleh instansi terkait guna memastikan sumber serta penyebab kejadian tersebut. ( Irwan)

0 Komentar