![]() |
| Salah satu siswi SD Pembangunan Laboratorium UNP menjalani pemeriksaan tekanan darah dalam rangka skrining kesehatan deteksi dini obesitas dan hipertensi, Rabu (27/8/2026). (Foto:yoselina) |
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) yang digelar tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Padang. Sebelumnya, pada 19 Agustus 2026, para siswa telah mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan obesitas sejak dini.
Ketua tim pengabdian, Ns. Prima Yoselina, S.Kep., M.Kep., mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa, khususnya menjelang masa remaja.
“Anak usia sekolah merupakan kelompok yang sangat penting untuk mendapatkan edukasi dan pemantauan kesehatan. Kebiasaan hidup sehat yang dibentuk sejak sekarang akan berpengaruh terhadap kesehatan mereka di masa depan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengukuran antropometri guna mengetahui pertumbuhan dan status gizi siswa. Pemeriksaan tekanan darah juga dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit tidak menular yang dapat muncul sejak usia muda.
Selain pemeriksaan fisik, tim pengabdian turut menggali informasi mengenai kebiasaan sehari-hari siswa, mulai dari pola makan, konsumsi makanan dan minuman manis, aktivitas fisik, hingga aktivitas sedentari atau kebiasaan duduk dalam waktu lama.
Menurut Prima, hasil pemeriksaan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk memberikan edukasi dan pendampingan yang lebih tepat bagi siswa yang memiliki faktor risiko tertentu.
“Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa menjaga berat badan ideal, aktif bergerak, mengatur pola makan, dan memantau tekanan darah merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang,” katanya.
Kepala SD Pembangunan Laboratorium UNP, Yasmadewi, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku hidup sehat peserta didik melalui edukasi dan pembiasaan sehari-hari.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara langsung membantu siswa mengenali kondisi tubuh mereka sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan sekolah. Melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mereka.
Tim pengabdian berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah melalui pemantauan berkala, edukasi berkelanjutan, serta dukungan dari guru dan orang tua. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk generasi yang lebih sehat dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. ( Yoselina)

0 Komentar