Kehadiran Payakumbuh Creative Market, Memberikan Dampak Ekonomi Nyata Bagi Masyarakat

Lasanininews.cm- Payakumbuh 
Kurang lebih sebulan setelah Payakumbuh Creative Market (PCM) digelar, dampak ekonomi dari kegiatan tersebut mulai terlihat.

Tidak hanya ramai pengunjung, PCM juga ikut menggerakkan transaksi UMKM, pedagang kecil, parkir hingga membuka lapangan kerja selama kegiatan berlangsung.

Ketua Penyelenggara Payakumbuh Creative Market,M. Ikhsan saat ditanya wartawan ia mengatakan jumlah kunjungan selama dua hari diperkirakan mencapai 28 ribu orang. Sekitar 13 ribu pengunjung hadir pada hari pertama dan 15 ribu pada hari kedua.

Sebanyak 100 tenant ikut dalam kegiatan tersebut dan seluruhnya merupakan pelaku usaha asal Payakumbuh,"katanya usai ngopi darat dengan wartawan di sebuah cafe pusat kota Payakumbuh,14 September 2026.

Ia juga menyebut,dari data yang dihimpun penyelenggara, rata-rata omzet satu tenant pada hari pertama berada di kisaran Rp3 juta. Hari kedua meningkat menjadi sekitar Rp5 juta. Jika dihitung dari 100 tenant , transaksi UMKM selama dua hari diperkirakan mencapai Rp800 juta Tidak hanya tenant, keramaian PCM juga dinikmati pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi.

Sekitar 100 pedagang asongan bersama aktivitas parkir diperkirakan mencatat perputaran uang sekitar Rp214 juta selama dua hari,"ujarnya.

Ikhsan juga mengatakan, setiap tenant rata-rata melibatkan sekitar lima orang tenaga kerja saat meng ikuti PCM.Dengan 100 tenant, sedikitnya sekitar 500 orang ikut bekerja selama kegiatan berlangsung dan menariknya, sekitar 85 persen bahan baku yang digunakan tenant berasal dari lokal.

Artinya, uang yang berputar tidak hanya berhenti di tenant. Ada pemasok bahan baku, pedagang pasar, pekerja dan pelaku usaha lain yang juga ikut menikmati perputaran ekonomi tersebut,"ungkap Ikhsan.

Dijelaskan nya,dengan asumsi sekitar separuh pengunjung datang bersama keluarga dan separuh lainnya secara perorangan, pengeluaran pengunjung selama dua hari diperkirakan berada di kisaran Rp1,26 miliar.

Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan perhitungan dari sisi pelaku usaha yang berada di kisaran Rp1,014 miliar Artinya, dari dua cara penghitungan tersebut, perputaran transaksi selama PCM diper kirakan berada di kisaran Rp1 miliar sampai Rp1,26 miliar,"ucapnya. Selain menyediakan ruang ber jualan, PCM juga digunakan sebagai tempat promosi bagi UMKM Payakumbuh. 

Pihak nya mengaku bahwa kegiatan tersebut kami juga menggandeng konten kreator, media massa, televisi hingga live streaming untuk membantu memperkenalkan produk UMKM yang ikut dalam kegiatan.

Menurut M. Ikhsan, efeknya tidak selesai setelah PCM ditutup. Sejumlah pelaku usaha masih merasa kan peningkatan penjualan setelah produk mereka mendapat promosi selama kegiatan,"tutup Ikhsan Sementara,salah seorang pedagang asongan, Eri, mengaku keramaian PCM ikut memberikan tambahan penghasilan bagi dirinya.

“Selama PCM pembeli cukup ramai. Kami bisa mendapatkan penghasilan tambahan karena banyak pe ngunjung yang membeli makanan dan minuman setelah berkeliling di lokasi acara.Jika transaksi tenant, pedagang asongan dan parkir digabungkan, perputaran transaksi yang teridentifikasi selama dua hari PCM diperkirakan mencapai sekitar Rp1,014 miliar dan angka Rp1,014 miliar tersebut bukan keuntung an panitia. Angka itu merupakan perkiraan uang yang berputar di tengah pelaku usaha selama kegiatan berlangsung,"katanya.

Sebelumnya Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas Kampus Payakumbuh, Weriantoni mengatakan dampak sebuah event tidak cukup hanya dilihat dari ramainya pengunjung.

Menurutnya, perlu dilihat berapa uang yang berputar, siapa yang menikmatinya dan sejauh mana uang tersebut ikut bergerak kepada UMKM, pedagang kecil hingga pemasok lokal Jika memakai kerangka tersebut, PCM bisa dikatakan berhasil menjalankan misi ekonominya.

Keramaiannya tidak hanya berhenti pada jumlah orang yang datang. Ada transaksi yang tercipta, pelaku UMKM lokal yang mendapat omzet, ratusan tenaga kerja yang ikut bekerja, pedagang kecil yang mendapat ruang berjualan, serta bahan baku lokal yang ikut terserap.

Tiga minggu setelah PCM selesai, sebagian dampak itu mulai terlihat Sekitar 28 ribu pengunjung datang, 100 tenant lokal terlibat, sekitar 500 tenaga kerja ikut bekerja, mayoritas bahan baku berasal dari lokal dan transaksi diperkirakan menembus lebih dari Rp1 miliar.

Keramaiannya memang sudah berlalu. Namun uang yang berputar selama dua hari tersebut ikut dinikmati UMKM, pedagang kecil, pekerja hingga pemasok lokal di Payakumbuh.(Yud)

Posting Komentar

0 Komentar