Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026, itu diikuti 25 siswa dan lima guru. Selain mendapatkan pelatihan teknis, sekolah juga menerima satu unit Smart Simulator Sistem EFI yang nantinya dapat digunakan sebagai media pembelajaran praktik.
Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan tema peningkatan kompetensi perawatan dan perbaikan sistem EFI bagi guru dan siswa SMKN 3 Kepulauan Mentawai, khususnya untuk mendukung pemulihan pendidikan pascabencana.
Pelatihan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Peserta diajak memahami sistem EFI melalui penyampaian materi, demonstrasi, diskusi hingga praktik langsung. Mereka mempelajari berbagai komponen utama EFI, prinsip kerja sistem, fungsi sensor dan aktuator, serta cara dasar melakukan perawatan dan mengidentifikasi gangguan.
Ketua tim pengabdian UNP, Dr. Nuzul Hidayat, S.Pd., M.T., mengatakan keberadaan simulator menjadi bagian penting dari program karena pembelajaran dapat dilanjutkan setelah kegiatan pelatihan selesai.
“Pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan selama beberapa hari. Kami berharap Smart Simulator Sistem EFI yang diserahkan dapat terus dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagai media pembelajaran dan praktik,” ujarnya.
Dengan simulator tersebut, proses belajar sistem EFI dapat dilakukan secara lebih nyata. Guru dan siswa bisa melihat hubungan kerja antara sensor, ECU dan aktuator sehingga materi yang sebelumnya bersifat teori dapat dipahami melalui praktik.
Di balik kegiatan tersebut, terdapat perjalanan panjang yang harus ditempuh tim UNP. Untuk mencapai lokasi pengabdian di Kepulauan Mentawai, tim harus melakukan perjalanan laut sekitar 14 jam.
Jarak dan kondisi geografis kepulauan tidak menjadi penghalang bagi tim untuk membawa pengetahuan dan teknologi pendidikan ke daerah tersebut. Kehadiran UNP di SMKN 3 Kepulauan Mentawai sekaligus menunjukkan upaya perguruan tinggi memperluas akses pembelajaran vokasi hingga ke wilayah kepulauan.
Tim pengabdian dipimpin Dr. Nuzul Hidayat, S.Pd., M.T., bersama Dr. Juli Sardi, S.Pd., M.T., Rido Putera, S.Pd., M.Pd.T., dan Dr. Ika Parma Dewi, M.Pd.T. Dari pihak SMKN 3 Kepulauan Mentawai, kegiatan tersebut diwakili Masfirman, S.Pd., M.Pd.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan tiga hari. Smart Simulator EFI yang kini berada di sekolah dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan keterampilan siswa di bidang otomotif.
Penguatan kompetensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan praktik dan perkembangan teknologi otomotif.
Melalui kegiatan ini, UNP turut menjalankan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan dan teknologi yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh sekolah dan masyarakat, sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas. ( Dava)

0 Komentar