Pawai budaya ini menjadi ajang unjuk keunikan dari tiap jorong yang ada di Nagari Tabek Panjang. Menariknya, selain menampilkan tradisi adat salingka nagari, tahun ini penampilan seni budaya Jawa juga ikut disajikan untuk pertama kalinya oleh sekitar 150 peserta, dari total keseluruhan sekitar 2.000 peserta pawai yang tumpah ruah di jalanan.
Kemeriahan festival ini makin istimewa dengan kehadiran sekitar 40 wisatawan mancanegara asal Malaysia. Encik Syukur, salah satu turis asal Malaysia, mengaku takjub melihat kekayaan tradisi yang baru pertama kali ia saksikan secara langsung di Minangkabau.
Tak kalah menyedot perhatian, gelaran ini juga menghadirkan lomba masak basamo yang diikuti oleh 6 grup Bundo Kanduang. Selain dinilai langsung oleh tim juri, hasil olahan masakan khas nagari ini kemudian dihidangkan secara khusus untuk dinikmati para turis asal Malaysia sebagai sajian penghormatan.
Wali Nagari Tabek Panjang, Doni Suhendri, menyampaikan bahwa perhelatan ini berfokus melestarikan adat lokal sekaligus mematangkan konsep paket wisata nagari ke depan. Langkah ini diapresiasi penuh oleh Bupati Agam yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, S.T., M.T. yang berharap ritual dan nilai adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ini terus diwariskan ke generasi muda.
Suasana festival juga makin semarak dengan deretan perlombaan menarik lainnya yang disiapkan panitia, seperti lomba solo song, fashion show, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak.
Rancak dan membanggakan bana! Mari terus jaga dan lestarikan warisan tradisi nagari kita agar makin dikenal hingga mancanegara. ( Yusra)

0 Komentar