![]() |
| Dua warga memilih buku di rak Perpustakaan Umum Syafruddin Prawiranegara, Bukittinggi. (Foto: Irwan) |
Perpustakaan yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi tersebut tidak hanya menyediakan ruang baca. Sejumlah fasilitas disiapkan untuk menunjang aktivitas pengunjung, mulai dari ruang referensi, ruang baca anak, area storytelling, working space, ruang teater dan aula multifungsi hingga Pojok Baca Digital (POCADI).
Tersedia pula komputer publik dengan akses internet, area luar ruangan serta taman literasi. Penataan sejumlah ruangan juga menampilkan unsur yang menggambarkan karakter dan identitas Kota Bukittinggi.
Dari sisi koleksi, perpustakaan tersebut saat ini memiliki 14.468 judul buku. Koleksi itu terdiri dari 1.763 judul buku anak, 1.087 judul buku fiksi dan 11.678 judul buku nonfiksi.
Koleksi buku tersebut masih terus ditambah untuk memberikan lebih banyak pilihan bacaan bagi masyarakat.
Selain aktivitas membaca, perpustakaan juga menggelar sejumlah kelas yang dapat diikuti masyarakat melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Beberapa kegiatan yang telah digelar antara lain kelas tahsin sebanyak 10 pertemuan, kelas merajut empat pertemuan, kelas Read Aloud empat pertemuan, kelas membuat konten satu pertemuan dan beauty class satu pertemuan.
Dalam waktu mendatang, perpustakaan juga merencanakan kelas public speaking, barbershop dan citizen journalism.
Aktivitas di perpustakaan tersebut turut terlihat dari jumlah kunjungan yang tercatat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Mei 2026, jumlah pengunjung mencapai 855 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 986 orang pada Juni dan kembali naik menjadi 1.849 orang pada Juli.
Peningkatan jumlah pengunjung tersebut menunjukkan perpustakaan mulai dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat mencari bahan bacaan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengikuti kegiatan dan mengembangkan keterampilan.
Dengan koleksi buku, fasilitas pendukung dan kegiatan yang tersedia, Perpustakaan Umum Syafruddin Prawiranegara kini menjadi salah satu ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga Bukittinggi untuk membaca, belajar, berdiskusi maupun mengikuti berbagai aktivitas. ( Irwan)

0 Komentar