![]() |
| Randa (30), warga yang diserang buaya saat mencari pucuk nipah di Sungai Suak, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Sabtu (22/8/2026), saat menerima perawatan medis di rumah sakit. (Foto: Andi) |
Lansaninews.com, Indragiri Hilir
Seorang warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, terluka setelah diserang seekor buaya saat mencari pucuk nipah di perairan Sungai Suak, kawasan Bantal Besar, Desa Selat Nama, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban diketahui bernama Randa (30). Saat kejadian, ia bersama rekannya, Aji (40), tengah mengumpul kan pucuk nipah yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan lidi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi ketika keduanya selesai merakit pucuk nipah dan hendak kembali ke perahu pompong. Saat berada di tepian sungai, Randa membungkuk untuk men cuci kakinya.
Tanpa diduga,seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkam korban. Serangan mendadak itu menyebabkan Randa mengalami luka gigitan cukup serius, terutama di bagian dada. Melihat rekan nya diserang, Aji segera memberikan pertolongan. Ia berupaya menarik tubuh Randa sekuat tenaga dari cengkeraman buaya.
Setelah beberapa saat terjadi tarik-menarik, korban akhirnya berhasil terlepas dari gigitan buaya dan- dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Randa kemudian dibawa ke Puskesmas Kuala Enok untuk mendapatkan penanganan medis awal. Karena kondisi luka yang cukup serius, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan guna menjalani perawatan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut menambah daftar konflik antara manusia dan buaya yang masih kerap terjadi di wilayah perairan Indragiri Hilir. Kawasan sungai, rawa, dan pesisir yang menjadi habitat alami buaya tetap menyimpan risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan.
Warga yang bekerja sebagai pencari pucuk nipah, nelayan, maupun masyarakat yang beraktivitas di tepian sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di lokasi yang diketahui menjadi habitat satwa liar tersebut. ( Andi)

0 Komentar