Dalam kompetisi yang diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Joni meraih satu medali perak dan tiga medali perunggu melalui karya berjudul “SMART TOUR SOLOK: Transformasi Digital Pariwisata Melalui Smart Governance, Integrated Platform, dan Sustainable Tourism Management di Kawasan Kabupaten Solok Guna Optimalisasi Pariwisata.”
Joni yang merupakan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau itu mempresentasikan gagasannya pada kategori Essay Presentation. Ia menawarkan konsep pengelolaan pariwisata yang mengintegrasikan informasi destinasi, promosi wisata, layanan publik, pelaku usaha, hingga kebutuhan wisatawan dalam satu platform digital.
Menurut Joni, pemanfaatan teknologi dalam sektor pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk memperkuat tata kelola destinasi wisata secara menyeluruh.
“Melalui SMART TOUR SOLOK, saya ingin menghadirkan sistem yang mampu menghubungkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi,” ujarnya.
Konsep tersebut mengadopsi prinsip smart governance dan sustainable tourism management. Selain mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, inovasi itu juga menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Prestasi yang diraih Joni terbilang menarik karena lahir dari mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan bahasa. Karyanya menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu dibatasi oleh disiplin ilmu tertentu, melainkan dapat berkembang melalui kolaborasi berbagai bidang pengetahuan.
Ajang NEIRA 3 sendiri diselenggarakan oleh Suntoso Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Budaya Hutan dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 peserta yang berasal dari lebih dari 30 perguruan tinggi di berbagai daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan, mengapresiasi capaian yang diraih Joni. Menurutnya, gagasan tersebut memiliki potensi untuk mendukung pengembangan promosi dan tata kelola pariwisata daerah.
“Prestasi ini patut diapresiasi. Gagasan yang diusung Joni dapat menjadi salah satu inovasi yang mendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Solok ke depan,” kata Marcos.
Ia menyebut pihaknya akan mempelajari lebih lanjut konsep yang ditawarkan untuk melihat peluang pengembangan dan implementasinya dalam mendukung sektor pariwisata daerah.
Keberhasilan Joni menjadi bukti bahwa ide-ide inovatif dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Selain mengharumkan nama Kabupaten Solok, prestasi tersebut juga membuka peluang lahirnya kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, dan pelaku industri pariwisata dalam mendorong transformasi digital sektor pariwisata. ( Afdi)

0 Komentar