LKAAM Sumbar Soroti Dugaan Pelanggaran Moral Pejabat Pemprov, Tekankan Penguatan Nilai Adat dan Agama

Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar menyampaikan tanggapan terkait dugaan pelanggaran moral pejabat Pemprov Sumbar, Rabu (26/8/2026). (Foto: Chandra)




Lansaninews.com, Padang — Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat menyoroti dugaan pelanggaran moral yang melibatkan seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kasus tersebut dinilai menjadi peringatan penting bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga etika, integritas, dan nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat Minangkabau.

Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar, mengaku prihatin atas munculnya persoalan yang mencoreng citra birokrasi, terlebih jika dugaan tersebut melibatkan hubungan antara atasan dan bawahan di lingkungan kerja.

Menurut Fauzi, peristiwa itu menunjukkan bahwa penguatan nilai adat dan agama harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi pejabat dan ASN yang memegang amanah jabatan.

“Falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus menjadi pedoman dalam kehidupan. Pemahaman dan penerapannya tidak hanya ditujukan kepada masyarakat biasa, tetapi juga kepada para pemimpin dan pejabat yang menjadi panutan,” kata Fauzi saat dimintai tanggapan, Rabu (26/8/2026).

Ia menegaskan, jabatan yang diemban seseorang harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan etika yang baik. Sebab, perilaku pejabat publik akan menjadi sorotan masyarakat dan berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Fauzi berharap kasus tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh ASN agar senantiasa menjaga perilaku, kehormatan diri, serta nama baik lembaga tempat mereka bekerja.

“Jangan sampai jabatan yang diberikan negara disalahgunakan atau justru tercoreng karena tindakan yang tidak sesuai dengan norma agama, adat, dan aturan yang berlaku,” ujarnya.

LKAAM juga mengingatkan pentingnya pembinaan karakter dan pengawasan di lingkungan pemerintahan guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Menurutnya, penerapan nilai adat dan agama yang kuat dapat menjadi benteng dalam menjaga integritas aparatur negara. ( Chandra)

Posting Komentar

0 Komentar