![]() |
| Papan penolakan rencana pembangunan PLTP di kawasan Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. (Foto: Juned) |
Warga menilai rencana proyek tersebut berpotensi mengganggu lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Kekhawatiran terutama berkaitan dengan keberadaan lahan produktif, sumber mata air, serta kondisi tanah yang menopang aktivitas pertanian warga.
Bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat, masyarakat menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan tersebut. Mereka meminta keberadaan lahan pertanian dan ruang kelola warga menjadi pertimbangan utama sebelum proyek dilanjutkan.
Kepala Divisi Advokasi Lingkungan Hidup Walhi Sumbar, Indah Suryani Azmi, mengatakan kekhawatiran warga berangkat dari potensi dampak proyek terhadap ruang kelola pertanian masyarakat.
“Penolakan warga lahir dari keresahan mendasar. Proyek ini dinilai berpotensi menghilangkan sumber mata air, memicu kerusakan struktur tanah, dan melenyapkan mata pencaharian warga yang mayoritas bertani,” kata Indah kepada Sumbarkita, Senin (24/8/2026).
Bagi masyarakat Pandai Sikek, lahan pertanian bukan sekadar hamparan tanah. Lahan tersebut menjadi ruang produktif yang menopang kehidupan warga dari generasi ke generasi.
Karena itu, masyarakat khawatir pembangunan fasilitas proyek di kawasan tersebut dapat mengurangi atau mengganggu lahan yang selama ini digunakan untuk bertani. Perubahan kondisi lingkungan juga dikhawatirkan berdampak terhadap ketersediaan air yang dibutuhkan untuk aktivitas pertanian.
Walhi Sumbar menilai persoalan lahan dan lingkungan perlu dikaji secara serius sebelum pembangunan dilakukan. Masyarakat juga dinilai memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana proyek, potensi dampaknya, serta langkah yang akan ditempuh untuk melindungi lahan pertanian dan sumber penghidupan mereka.
Penolakan tersebut sekaligus menjadi bentuk kekhawatiran warga agar pembangunan energi tidak dilakukan dengan mengorbankan ruang hidup masyarakat.
Warga berharap rencana PLTP di kaki Gunung Tandikek dikaji secara transparan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan keberadaan lahan pertanian produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Pandai Sikek. ( Juned )

0 Komentar