Kegiatan yang diikuti sekitar 50 lansia tersebut mengusung semangat mewujudkan lansia yang sehat, aktif, produktif, dan mandiri. Berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif diselenggarakan untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual para peserta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam lansia yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Melalui aktivitas fisik ringan tersebut, para peserta diajak menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempererat interaksi sosial antarwarga.
Selain itu, tim pengabdian juga memberikan edukasi kesehatan mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit yang umum dialami lansia, serta pentingnya menjaga keseimbangan gizi dan aktivitas fisik secara rutin.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan, kegiatan ini juga mengenalkan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai alternatif pendukung kesehatan yang dapat dibudidayakan di lingkungan rumah. Para lansia mendapatkan informasi mengenai jenis tanaman herbal yang mudah ditanam serta manfaatnya bagi kesehatan.
Di era digital saat ini, peserta juga dibekali literasi digital agar lebih memahami penggunaan teknologi secara aman dan bermanfaat. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan telepon pintar untuk kebutuhan komunikasi, akses informasi, hingga kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital.
Aspek spiritual turut menjadi perhatian melalui pendampingan keagamaan yang bertujuan memperkuat ketenangan batin dan kualitas ibadah para lansia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan psikologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan mental peserta.
Tim pelaksana menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas hidup lansia di tengah masyarakat. Melalui pendekatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, para lansia diharapkan tetap mampu menjalani masa tua dengan sehat, aktif, produktif, serta memiliki kemandirian yang lebih baik.
(Juned)

0 Komentar