Kabut Asap Selimuti Kota Jambi, BNPB Kirim 5.000 Masker

Kabut asap tebal menyelimuti jalan raya Kota Jambi, Selasa (25/8/2026), akibat dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar. (Foto: Rosa)

Lansaninews.com, Jambi
Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Jambi. Kondisi tersebut diduga tidak hanya dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam wilayah kota, tetapi juga asap yang terbawa dari sejumlah daerah di sekitarnya.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, asap yang masuk ke Kota Jambi berasal dari beberapa wilayah yang tengah menghadapi karhutla, di antaranya Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat. Asap juga disebut berpotensi terbawa dari wilayah provinsi tetangga. Menurut Maulana, kondisi kualitas udara yang menurun mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Selain mengganggu jarak pandang dan kenyamanan warga, kabut asap juga berpotensi- menimbulkan gangguan kesehatan.

“Kasus ISPA mulai mengalami peningkatan,” kata Maulana dalam keterangannya. Mengantisipasi kon- disi tersebut, Pemerintah Kota Jambi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menetapkan status siaga. Langkah itu dilakukan sebagai upaya menghadapi potensi meluasnya dampak karhutla dan kabut asap terhadap masyarakat.

Persoalan kabut asap tersebut juga telah disampaikan Maulana kepada pemerintah pusat dalam rapat koordinasi bersama Menteri Kehutanan. Pemerintah daerah meminta perhatian dan dukungan untuk menangani dampak karhutla yang asapnya turut dirasakan masyarakat Kota Jambi.

Sebagai respons awal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan se banyak 5.000 masker untuk masyarakat Kota Jambi. Masker tersebut rencananya segera didistribusikan kepada warga, terutama sebagai langkah perlindung an dari paparan asap dan partikel yang dapat mengganggu kesehatan.

Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di tengah kabut asap.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla dan kualitas udara untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. ( Rosa)

Posting Komentar

0 Komentar