Diduga Keracunan MBG, 269 Pelajar Berastagi Dilarikan ke Rumah Sakit

Bupati Karo Antonius Ginting didampingi jajaran memberikan keterangan terkait insiden dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis yang menimpa 269 pelajar di Berastagi,  (Foto: Afri )
Lansaninews.com,Berastagi 
Sebanyak 255 pelajar dari lima sekolah di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga meng alami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026). Ratusan siswa tersebut dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Berastagi danKabanjahe setelah mengalami gejala seperti lemas, mual, dan muntah.

Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan proses evakuasi para siswa menggunakan ambulans maupun kendaraan pribadi karena banyaknya korban yang membutuhkan penanganan medis. Dalam rekaman tersebut, beberapa siswa tampak lemas saat diturunkan dari ambulans, sementara lainnya terlihat muntah.

Bupati Karo, Antonius Ginting, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau para siswa yang dirawat di RS Amanda Berastagi. Ia memastikan kondisi para pelajar yang terdampak relatif stabil dan tidak ada yang mengalami kondisi serius.

“Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan mengalami gejala keracunan ini, semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujar Antonius saat meninjau rumah sakit.

Menurutnya, kondisi para siswa yang tetap baik menjadi kabar positif di tengah peristiwa tersebut.- Meski demikian, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan dan penangan an terhadap para pelajar yang menjalani perawatan.

Sementara itu, data korban terus bertambah. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, menyebut jumlah siswa SMA dan SMK yang diduga mengalami keracunan meningkat menjadi 269 orang hingga Kamis sore.

Para siswa yang terdampak kini tersebar di beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. ( Afri)



Posting Komentar

0 Komentar