![]() |
| Pembukaan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi 70 guru Kelompok Belajar Merak Kabupaten Agam, Rabu (19/8/2026). (Foto:Dirwan) |
Sebanyak 70 guru yang tergabung dalam Kelompok Belajar (Kombel) Merak Kabupaten Agam men dapat pelatihan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang di laksanakan Universitas Negeri Padang (UNP) bersama STKIP YDB Lubuk Alung. Kegiatan berl angsung secara bertahap sejak Mei hingga November 2026 dengan SD Negeri 01 Sungai Jariang sebagai sekolah inti.
Para guru tidak hanya dibekali pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi juga didampingi menyusun perangkat pembelajaran dan sistem manajemen kebencanaan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Ketua Tim PKM, Dr. Leni Zahara, M.P., mengatakan program tersebut diarahkan agar guru mampu memasukkan materi kebencanaan ke dalam proses pembelajaran secara kontekstual.
“Perangkat pembelajaran dan sistem manajemen kebencanaan yang dihasilkan diharapkan dapat men jadi pedoman bagi sekolah dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana berbasis kearifan lokal,” kata Leni.
Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal dipilih agar materi kebencanaan lebih dekat dengan ke hidupan sehari-hari peserta didik. Kondisi lingkungan dan potensi bencana yang ada di sekitar sekolah menjadi bagian dari materi yang dikembangkan.
Pelatihan tersebut melibatkan sejumlah narasumber, di antaranya Robi Rahman, M.Pd. dan Riyan Fernandes, S.Pd., M.Pd.T. dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Barat serta Dr. Ary Kiswanto Kenedi, M.Pd. dari Universitas Samudra.
Ketua Kelompok Belajar Merak Kabupaten Agam, Roby Arjuna, S.Pd., mengatakan pendampingan yang diberikan membantu guru menyusun pembelajaran kebencanaan yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.
“Pendampingan yang diberikan sangat membantu guru menyusun perangkat pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapsiagaan sekolah. Kearifan lokal menjadi kekuatan utama sehingga pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan peserta didik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Gugus 1 Sungai Jariang, Sofiah, S.Pd. Menurutnya, program tersebut membantu sekolah menyusun langkah kesiapsiagaan secara lebih terarah.
“Melalui program ini sekolah tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi menyusun sistem manajemen kebencanaan yang terstruktur,” katanya.
Tim PKM tersebut diketuai Dr. Leni Zahara, M.P., dengan anggota Drs. Arwin, S.Pd., M.Pd. dan Bunga Febrimora Hendri, M.Pd. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi PGSD, Nurul Husna Zakiyah dan Azizah Gusdelia.
Program ini merupakan kolaborasi UNP, STKIP YDB Lubuk Alung, Universitas Samudra, BGTK Sumatera Barat, Kelompok Belajar Merak, serta sekolah mitra.
Kegiatan tersebut mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.
Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, sekolah diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memasukkan pendidikan kebencanaan ke dalam pembelajaran sekaligus membangun sistem kesiapsiagaan yang sesuai dengan kondisi daerah. ( Dirwan)

0 Komentar