– Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K., memberikan perspektif baru dalam penanganan kriminalitas di wilayahnya. Melalui tausiyah yang disampaikan di Surau Darul Hikmah, Jorong Kampung Tangah, Nagari Pagaruyung, Jumat (08/05/2026) ia menekankan bahwa akar masalah sosial bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan rapuhnya pondasi iman.
Dalam ceramah yang berlangsung khidmat tersebut, sosok perwira menengah yang akrab disapa Ustadz Nur Ichsan ini membedah hubungan antara rendahnya praktik ibadah dengan meningkatnya angka kejahatan.
Fenomena 200 Tahanan: Minim Sholat, Tinggi Kriminalitas
Kapolres memaparkan fakta menarik dari balik jeruji besi. Berdasarkan pengamatannya terhadap sekitar 200 tahanan yang sedang menjalani proses hukum, mayoritas memiliki latar belakang yang serupa: jauh dari agama dan tidak rutin menjalankan ibadah sholat.
"Di dalam diri manusia ada sebuah daging; kalau dagingnya baik, seluruhnya baik; kalau buruk, seluruhnya buruk," ujarnya mengutip hadis tentang pentingnya menjaga hati. Menurutnya, hati yang tidak terikat pada Tuhan menjadi pintu masuk bagi penyalahgunaan narkoba,
pencurian, hingga kenakalan remaja yang kian meresahkan.
Strategi 'Surveilans' Iman: Jangan Ada yang Lolos
Berbeda dengan pendekatan hukum yang kaku, AKBP Nur Ichsan menawarkan solusi berbasis komunitas yang sistematis. Ia meminta tokoh masyarakat dan warga untuk melakukan "pemetaan" (mapping) terhadap lingkungan sekitar.
"Kita harus mendata, memastikan tiap orang masuk dalam program pembinaan. Jangan sampai ada warga kita yang lolos dari jangkauan pendidikan agama," tambahnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat mengubah cara pandang terhadap mereka yang berbuat salah.
"Jangan langsung dibilang sesat, jangan langsung dibilang kafir. Ajak mereka, dampingi, beri kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar," tegas Kapolres.
Langkah Konkret: Dari Makan Bersama hingga Istiqomah
Sebagai langkah aplikasi di lapangan, Kapolres menyarankan pendekatan yang ramah dan tidak intimidatif:
Pendekatan Humanis: Mengajak tetangga sholat berjamaah diawali dengan silaturahmi atau makan bersama.
Kolaborasi Kolektif: Menyatukan peran orang tua, tokoh agama, dan pihak kepolisian dalam kegiatan positif dan pelatihan keterampilan.
Fokus pada Istiqomah: Menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga amalan agar generasi muda tidak kembali ke lingkaran kriminal.
Menutup kegiatan tersebut, Kapolres memimpin doa untuk penguatan iman generasi muda di Tanah Datar agar terhindar dari pengaruh buruk lingkungan. Secara khusus, ia juga mengajak jamaah mendoakan keselamatan saudara Muslim yang tengah mengalami penindasan dan kekerasan di luar negeri, terutama di Palestina.
Dengan sinergi antara pendekatan keamanan dan spiritual ini, diharapkan wilayah Nagari Pagaruyung dan sekitarnya menjadi lingkungan yang lebih aman, religius, dan saling menguatkan. (Juned)
Tags:
Tanah Datar
