Perkuat Sinergi, Kemenag Tanah Datar Beri Penghargaan Khusus untuk Bupati hingga Kapolres

 Lansaninewscom-Tanah Datar 
Di bawah naungan langit MAN 2 Tanah Datar, Sabtu (3/1/2026), keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar menandai usia ke-80 lembaga mereka dengan cara yang mendalam.

Puncak Hari Amal Bakti (HAB) kali ini bukan sekadar seremoni baris-berbaris, melainkan sebuah pernyataan sikap mengenai adaptasi teknologi dan kepedulian sosial.
ASN Kemenag: Harus "Agile" dan Berdaulat di Era AI
Membacakan amanat Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, menyampaikan pesan visioner yang menantang para ASN. Di tengah gempuran Artificial Intelligence (AI), insan Kemenag dituntut tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemegang kendali.

​"ASN Kemenag harus lincah (agile) dan berdaulat secara digital. Kita harus mampu mewarnai algoritma masa depan dengan konten keagamaan yang moderat, agar teknologi tetap memiliki ruh ketuhanan," tegas Sekda di hadapan ratusan peserta upacara.

​Apresiasi Sinergi dan Dedikasi Puluhan Tahun
​Momentum ini juga menjadi panggung apresiasi bagi para mitra strategis. Kemenag memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh kunci, mulai dari Bupati Tanah Datar atas suksesnya program "1 Rumah 1 Hafiz", hingga jajaran penegak hukum (Polres, Kejari, dan Pengadilan Agama) serta Baznas atas kolaborasi lintas sektoral yang harmonis.

​Tak lupa, negara memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 54 ASN yang telah mengabdi dengan loyalitas tanpa batas—4 di antaranya telah mendedikasikan diri selama 30 tahun.

​Zikir di Tengah Duka: Spiritualitas Pascabencana
​Suasana khidmat berubah menjadi haru saat sesi zikir dan doa bersama dimulai. Mengingat musibah banjir dan longsor yang baru saja melanda Tanah Datar, Kemenag menjadikan HAB ke-80 sebagai ruang empati.

​Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Amril, menekankan bahwa peringatan tahun ini adalah momen evaluasi total.

"​Kepekaan Sosial, Kemenag harus hadir lebih responsif di tengah masyarakat yang terdampak bencana, dengan ​Integritas Kerja menjadikan agama sebagai panduan moral dalam birokrasi, bukan sekadar urusan administratif dan ​moderasi yang menjadi jembatan penyejuk di tengah keberagaman dan disrupsi sosial, " ungkapnya

Menuju Kemenag yang Berdampak
​Acara ditutup dengan tausiyah dari Ketua MUI Tanah Datar, Ustadz Yendri Junaidi, yang memberikan penguatan spiritual bagi seluruh pegawai. 

Melalui tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju", Kemenag Tanah Datar bertekad membuktikan bahwa lembaga ini adalah institusi yang relevan, adaptif terhadap zaman, namun tetap membumi dalam kepedulian sosial. (**//Juned) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama