LANSANINEWS.COM LIMA PULUH KOTA
Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, mendadak jadi sorotan publik. Sebuah fenomena alam berupa sinkhole atau tanah amblas yang muncul di area persawahan warga kini viral di berbagai media sosial.
Uniknya, lubang tersebut tidak hanya menganga, tetapi juga mengeluarkan aliran air jernih yang terus mengalir hingga menarik ribuan pasang mata.
Kronologi: Diawali Suara Dentuman Keras
Berdasarkan keterangan Nal, warga setempat, fenomena ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Mak Etek Uwid pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
"Saat itu Mak Etek sedang berada di lokasi dan tiba-tiba mendengar suara gemuruh yang sangat keras seperti ledakan. Tak lama kemudian, terbentuk lubang yang terus membesar. Yang menarik, di dalamnya terdapat air jernih yang mengalir," ujar Nal kepada awak media saat ditemui di lokasi, Selasa (13/01).
Pengamanan Ketat Bagi Pengunjung
Sejak kemunculannya, lokasi ini telah dikunjungi ribuan orang, mulai dari pejabat daerah hingga wisatawan mancanegara. Mengingat struktur tanah yang masih labil, warga setempat mengambil inisiatif untuk memasang pagar pengaman.
Nal, yang saat ini bertugas menjaga keamanan di area tersebut, menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama.
"Area sekitar lubang tidak bisa didekati karena tanah sangat mudah runtuh. Pengunjung dilarang keras melewati batas pagar karena sangat berbahaya. Kami memagari lokasi ini demi keamanan pengunjung yang terus berdatangan," jelasnya.
Geliat Ekonomi: Munculnya Pedagang Dadakan
Viralnya sinkhole ini ternyata membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar. Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan pedagang mulai memadati jalur menuju lokasi. Kehadiran ribuan pengunjung setiap hari menjadi ladang rezeki baru bagi warga untuk menjajakan makanan, dan minuman serta pernak pernik lainnya.
Geliat ekonomi ini terlihat dari parkiran kendaraan yang selalu penuh dan aktivitas jual-beli yang terus meningkat sejak pagi hingga sore hari. Meskipun awalnya fenomena ini dianggap sebagai bencana lahan sawah, kini justru menjadi magnet wisata dadakan yang mendongkrak pendapatan warga. (**/Juned)
.
Tags:
Lima Puluh Kota
