– Kabupaten Tanah Datar mencatatkan prestasi gemilang dalam upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka kemiskinan di daerah berjuluk Luhak Nan Tuo ini menurun signifikan dan menjadi yang terendah di tingkat kabupaten se-Sumatera Barat.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026 di Aula Bappedalitbang, Kamis (09/04/2026).
Wabup memaparkan, persentase penduduk miskin Tanah Datar pada 2025 berada di angka 3,59 persen, turun dari 4,26 persen pada tahun sebelumnya. Secara jumlah, warga miskin berkurang dari 15 ribu jiwa menjadi 12.557 jiwa.
"Capaian ini menempatkan Tanah Datar sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah di Sumatera Barat. Bahkan lebih rendah dari angka provinsi sebesar 5,57 persen dan nasional di angka 9,03 persen," ujar Ahmad Fadly.
Wabup Ingatkan OPD: Jangan Terlena!
Meski capaian ini membanggakan, Wabup Ahmad Fadly memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran OPD agar tidak cepat puas. Ia menekankan agar penurunan ini tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi pada pemberdayaan ekonomi..
"Jangan jumawa. Kita harus antisipasi risiko kemiskinan naik kembali jika intervensi bantuan berkurang. Fokus kita harus pada peningkatan produktivitas masyarakat agar mereka mandiri," tegasnya..
Untuk tahun ini, Pemkab Tanah Datar mengusung tiga strategi utama dalam penanggulangan kemiskinan:
Mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
Meningkatkan pendapatan dan produktivitas warga.
Mengurangi kantong kemiskinan berbasis wilayah dan keluarga.
Wabup juga menginstruksikan penggunaan satu data kemiskinan (DTSEN) sebagai dasar intervensi agar tidak ada program yang tumpang tindih.
Kepala Bappedalitbang Tanah Datar, Adriyanti Rustam, menambahkan bahwa setidaknya ada enam rencana strategis untuk tahun 2026, mulai dari konvergensi kemiskinan ekstrem, pemberdayaan ekonomi, hingga akses kesehatan dan pendidikan.
"Penanggulangan kemiskinan butuh komitmen lintas sektor. Dengan data akurat dan program terintegrasi, kita optimistis kemiskinan berkelanjutan dapat terus ditekan," pungkasnya.
Rapat yang dimoderatori Sekda Abdurahman Hadi ini turut menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial PPA, Dinas Pertanian, serta Dinas PUPR untuk menyinergikan langkah di lapangan. (Juned)
Tags:
Tanah Datar
