Longsor Setinjau Laut


Q Beritakan Padang terletak di pesisir pantai barat pulau Sumatera, dengan garis pantai sepanjang 84 km. Luas keseluruhan Kota Padang adalah 694,96 km², dan lebih dari 60% dari luas tersebut, sekitar ± 434,63 km² merupakan daerah perbukitan yang ditutupi hutan lindung, sementara selebihnya merupakan daerah efektif perkotaan. Sedangkan keadaan topografi kota ini bervariasi, 49,48% luas wilayah daratan Kota Padang berada pada wilayah kemiringan lebih dari 40% dan 23,57% berada pada wilayah kemiringan landai.

Padang sumatera barat bisa dikatakan kota dengan curah hujan yang tinggi Tingkat curah hujan kota Padang mencapai rata-rata 405,58 mm per bulan dengan rata-rata hari hujan 17 hari per bulan. Tingginya curah hujan membuat kota ini cukup rawan terhadap banjir, dan pada November 1986 tercatat dalam rekor MURIsebagai kota dengan tingkat curah hujan yang tinggi yaitu 5.254 mm. Untuk mencapai kota padang kita harus melewati jalan berliku di tepian tebing dan jurang yang potensi terjadi longsor sangqat tinggi pafa daat curah hujan sedang tinggi seperti saat ini. Saat ini terjadi antrian panjang di jalan setinjau Laut akibat tanah longsor yang menutupi badan jalan sehingga membuat antrian panjang beberapa kilo meter dari arah solok dan dari arah padang. Hal ini sering sekali terjadi apa bila curah hujan di kota bengkoang padang sedang tinggi.

Saat ini upaya pemerintah sudah mengupayakan untuk mengurangi potensi longsor di sepanjang jalan dari kota solok sampai kekota padang, pelebaran jalan, betonisasi serta membuat jala dinding bukit dan berbagai upaya lain telah banyak dilakukan untuk mengurangi terjadinya longsor tersebut. 

Buat teman -teman yang akan melewati jalan setinjau laut ini pada musih penghujan harap extra waspada ya! Atau lebih baik istirahat terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada terjadi longdor. Selain jalan yang licin yang sering menjadi penyebab kecelakaan yang sering terjadi di jalan lintas padang solok tersebut. Ok selamat sampai tujuan.!


19 Komentar

  1. semoga warga tetap tabah apa yang terjadi dengan bencana tersebut ya mang :D

    BalasHapus
  2. ngeri juga ya min longsornya :(

    BalasHapus
  3. Onde mande, ternyata dari dulu sampai sekarang kawasan ini masih rawan longsor, plus kecelakaan. Sudah lama tidak melewati jalur Solok-Padang, uda Admin Bos. Ambo kebetulan juga orang Solok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mode itulah uda, nan setinjau lauik bentu juo nyo.. Ba'a lai mang bukik di balah nyo uda. Hahaha dima solok nyo uda tingga.?

      Hapus
    2. Kampuang ambo di Sumani...

      Hapus
    3. Ambo di Alahan panjang mah uda.!

      Hapus
  4. kalau sudah pecah telur di muri dengan curah hujan paling tinggi, berarti kawasan itu selain dingin selalu basah dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tuh kang.! Tidak ada musim kemarau disini kang.! Paling lama gak turun hujan, 1 sampai 2 minggu itu sudah lama kang.!

      Hapus
  5. lebih banyak waspada mas,..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu ketinggalan kang... Eh ternya akang sembunyiin ya.? Pantesan saya cari waspada tadi gak ada. Xi xi xi

      Hapus
  6. semoga segera ada solusinya

    BalasHapus
  7. Aamiin... Semoga cepat ya mbak.!

    BalasHapus
  8. Kang admin ada korban jiwa tidak dari kejadian ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah tidak ada kang Iman lukman.!

      Hapus
  9. Semua benca memang tidak bisa di remehkan, contohnya longsor.. Biasanya kalo ada orang yang tertimbun susah untuk selamat.. Semoga setiap bencana yang terjadi memberian hikmah..

    BalasHapus
  10. btw, admin bos urang padang yo? :D

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama