![]() |
| Petugas dan warga di lokasi penemuan jasad pria dalam kondisi membusuk yang tersangkut di keramba ikan Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (25/8/2026). (Foto: Andi) |
Jasad ditemukan dalam kondisi telah membusuk dan tersangkut di jaring keramba ikan. Penemuan tersebut langsung menarik perhatian warga yang berdatangan ke lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat pertama kali ditemukan oleh dua warga yang sedang membersihkan keramba ikan milik mereka. Saat membersihkan jaring, keduanya melihat benda mencurigakan yang tersangkut di bagian bawah keramba.
Setelah didekati, mereka terkejut karena benda tersebut ternyata merupakan bagian tubuh manusia. Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap adanya jasad laki-laki yang berada di sekitar keramba dalam kondisi membusuk.
Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad untuk keperluan identifikasi.
Sejumlah warga menduga jasad tersebut berkaitan dengan seorang pria yang sebelumnya dilaporkan terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, pada 4 Agustus 2026 lalu. Saat kejadian, sepeda motor milik pria tersebut ditemukan terparkir di sekitar jembatan dan tim gabungan sempat melakukan pencarian di kawasan Sungai Kampar.
Kapolsek Bangkinang Barat, Iptu Rully Chairullah, membenarkan adanya penemuan jasad laki-laki tersebut. Namun, hingga saat ini polisi belum dapat memastikan identitas korban.
“Dugaan sementara jasad yang ditemukan tersebut adalah Boiko Gulo. Namun, kami belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan identifikasi dari tim forensik. Pihak keluarga juga sudah kami hubungi,” kata Rully.
Diketahui, Boiko Gulo merupakan staf pelayanan di salah satu gereja di Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjun dari Jembatan Rantau Berangin.
Usai dievakuasi, jasad dibawa ke Rumah Sakit Umum Bangkinang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi guna memastikan identitas korban.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait identitas jasad sebelum hasil pemeriksaan forensik resmi diumumkan.
(Andi)

0 Komentar