Ada Di Tanah Datar, Kayu Andaleh Diperkirakan Berusia lebih 500 Tahun

 Lasaninews.com-Tanah Datar                    
Keberadaan kayu  Berukuran besar yang menurut kepercayaan masyarakat setempat diperkirakan  sudah berumur sekitar 561 tahun pada penelitian yang dilakukan oleh pakar dari Unand pada tahun 2016.

Menurut salah seorang warga masyarakat  setempat Jasmi saat diwawancarai awak media, Minggu (20/03/2022) mengatakan kayu besar bernama pohon Andaleh yang berada tepatnya di jorong kadurang nagari Andaleh kecamatan Batipuh kabupaten Tanah  Datar dalam bahasa latinnya disebut Morus  Macrdura secara pasti belum dapat diketahui tahun keberadaannya.

"Menurut cerita yang kami dapat dari turun  temurun kayu andaleh ini merupahkan tongkat salah seorang ahli agama atau ulama yang kebetulan capek berjalan dan beristirahat sambil menancapkan tongkatnya, setelah itu dia melanjutkan perjalanan dan ingat kalau tongkatnya ketinggalan, saat dia kembali dia menemukan tongkatnya sudah tumbuh dan sekarang bernama kayu andaleh," kata jasmi.

Ia juga menambahkan dulu ada seorang tetua daerah itu berumur di atas seratus tahun menceritakan jika ia semenjak kecil sudah melihat pohon Andaleh seperti itu besarnya dan menurutnya  sudah menjadi cerita umum didaerah tersebut.

Hal sama juga disampaikan oleh Walinagari Andaleh Bahuri Dt Langkang keberadaan kayu itu menjadi cikal bakal nama nagari Andaleh dan kayu jenis itu satu-satunya hanya tumbuh di daerah tersebut.

"Ukuran besarnya batang pohon Andaleh belum diketahui namun ketika rombongan Kapolda berkunjung ke sini  pada tahun 2018 lalu ukuran lingkarnya batangnya saat itu oleh ibuk sama bapak Kapolda beserta rombongan sebanyak 12 rentang tangan orang dewasa," jelasnya.

Lebih lanjut Bahuri menjelaskan kayu andaleh berjenis jantan tidak bisa berkembang biak dengan anak atau pun dengan bibit dan menjadi satu-satunya tumbuhan sejenis.

"Kayu andaleh tidak bisa dikembangkan dengan bibit atau anak menurut peneliti dari Unand jenis kayu andaleh adalah jantan dan bila ingin dikembangkan dengan mencangkok dan itu sudah dilakukan oleh pakar dari Unand dan informasi yang kami terima kayu andaleh sudah bisa tumbuh," jelasnya.

Lebih lanjut Bahuri juga menyampaikan walaupun  pada musim gugur dan angin kencang tidak ditemukan tumpukan daun kering dari kayu andaleh seperti pada pohon lain pada umumnya.

"Pohon Andaleh ini batangnya agak rapuh dan mudah patah namun daun-daun keringnya sangat jarang di temukan disekitar pohon entah apa sebabnya walahualam namun secara ilmiah dari penelitian Unand kayu andaleh diperkirakan berumur 561 tahun pada tahun 2016 lalu," pungkas Bahuri Dt Langkang. (*M)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama